call us:   0811-969-0809

Follow us:





Wellen Print
Desain Grafis4 Perbedaan RGB dan CMYK dalam Desain Grafis, Cek Faktanya

4 Perbedaan RGB dan CMYK dalam Desain Grafis, Cek Faktanya

Dalam aktivitas desain, Anda perlu memiliki kemampuan dalam memainkan warna dengan tepat. Untuk bisa mendapatkan corak yang tepat, Anda perlu menemukan komposisi yang tepat. Anda pun perlu memahami perbedaan RGB dan CMYK untuk memperoleh pilihan warna yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.


Apa Itu RGB dalam Desain Grafis?

rgb


RGB merupakan kependekan dari Red-Green-Blue. Sesuai dengan namanya, palet warna RGB menggunakan tiga warna primer, yakni merah, hijau, dan biru. Selanjutnya, Anda bisa melakukan kombinasi dari tiga warna tersebut untuk mendapatkan warna lain.

Anda bisa menghasilkan warna magenta, kuning, maupun putih dari kombinasi RGB. Oleh karena itu, RGB sering pula dikenal sebagai additive color. Penyebutan tersebut merujuk pada kombinasi tiga warna primer yang menghasilkan corak putih dan perpaduan dua warna yang bisa menghasilkan warna sekunder. 

Apa Itu CMYK dalam Desain Grafis?

cmyk


Sementara itu, CMYK adalah kependekan dari Cyan, Magenta, Yellow, and Key (Black). Seperti halnya RGB, Anda bisa melakukan kombinasi warna CMYK untuk bisa memperoleh kombinasi warna yang baru. 

CMYK dapat pula Anda gunakan untuk mendapatkan berbagai warna, termasuk hitam. Hanya saja, warna hitam dari kombinasi cyan, magenta, dan yellow tidak terlalu pekat. Oleh karenanya, terdapat penambahan warna hitam sebagai pelengkap.

Penting! 4 Perbedaan RGB dan CMYK

rgb vs cmy
Ilustrasi Perbedaan RGB dan CMYK


Anda sudah memahami pengertian RGB dan CMYK. Keduanya memang mempunyai persamaan sebagai palet warna yang dapat dipadukan untuk menciptakan warna baru. Namun, Anda perlu pula memahami perbedaan antara warna RGB dan CMYK sebagai berikut: 

1. Pencampuran dari Warnanya

Aspek pertama yang menjadi perbedaan RGB dan CMYK bisa Anda lihat pada pencampuran warnanya. Kombinasi warna yang dihasilkan dari pencampuran semua warna pada kedua palet warna ini akan memiliki perbedaan mencolok.

Kalau Anda mengombinasikan keseluruhan warna pada RGB, maka akan tercipta warna yang gelap. Sementara itu, pencampuran warna pada palet CMYK memunculkan warna yang memiliki aksen terang. 

Misalnya, Anda menggabungkan keseluruhan warna RGB secara penuh pada nilai 255. Maka, tercipta warna hitam. Namun, lain halnya kalau Anda mengatur semua warna CMYK pada poin 100%. Hasil warna yang Anda peroleh adalah putih, bukan hitam.

2. Pallete Warna yang Dihasilkan

Beda warna RGB dan CMYK selanjutnya bisa Anda lihat pada palette warna yang dihasilkan. Anda akan memperoleh hasil warna yang berbeda dari perpaduan warna yang ada pada RGB maupun CMYK.  

RGB bisa Anda atur dengan nilai antara 0-255. Artinya, Anda bisa menggunakan RGB untuk mencetak berbagai jenis tipografi dengan 256 level dari masing-masing warna primer. 

Anda bisa mengombinasikan ketiga warna tersebut untuk menciptakan warna baru dalam spektrum antara warna hitam dan putih. Secara keseluruhan, Anda dapat menggunakan lebih dari 16 juta warna dalam mode RGB.

Sementara itu, CMYK bisa Anda atur dengan persentase mulai dari 0% sampai 100%. Anda pun bisa melakukan kombinasi dari 4 warna yang tersedia untuk menemukan warna baru yang berbeda. 

3. Penggunaan Media yang Dipakai untuk Desain

Perbedaan RGB dan CMYK yang selanjutnya bisa ditinjau dari pemakaian medianya. RGB biasanya digunakan untuk proses desain secara digital. Oleh karena itu, penggunaan RGB sangat sering Anda jumpai dalam aktivitas desain website maupun aplikasi.

Sementara itu, pemakaian CMYK bakal sering Anda temukan dalam dunia percetakan. Anda bisa melihat bagaimana penggunaan tinta printer yang terdiri dari 4 warna CMYK, bukan 3 warna RGB. 

Lalu, kenapa menggunakan CMYK untuk warna cetak, dan bukan RGB? Alasan utamanya adalah karena warna RGB yang tampil di layar akan terlihat berbeda ketika dicetak. Hal ini terjadi karena warna RGB yang tampil di layar terlihat bersama dengan cahaya. 

4. Representasi Warna yang Dihasilkan

Terakhir, ada perbedaan RGB dan CMYK dari representasi warna yang dihasilkan. RGB merupakan warna yang bersifat additive atau penambahan. Artinya, semakin banyak warna yang ditambahkan, maka corak yang muncul akan semakin gelap.

Karena sifatnya yang additive tersebut, RGB tidak cocok digunakan untuk mesin percetakan. Kalau Anda menggunakan RGB, maka hasil warna cetak akan terlihat gelap dan yang pasti, berbeda dengan tampilan di layar. 

Sementara itu, CMYK merupakan palette warna yang bersifat substraktif. Artinya, semakin banyak warna yang ditambahkan, maka tampilan warna yang muncul akan terlihat lebih cerah. Dengan begitu, Anda pun bisa melakukan penyesuaian warna yang lebih mudah ketika ingin mencetak karya desain. 

Jadi, Pilih RGB atau CMYK untuk Desain Grafis?

warna dalam desain grafis


Nah, sekarang Anda sudah tahu beda warna RGB dan CMYK, kan? Dari pemahaman tentang perbedaan keduanya, Anda bisa mengetahui kegunaannya masing-masing secara tepat. 

RGB menjadi pilihan yang paling sesuai ketika Anda ingin mendesain sebuah karya yang sifatnya digital. Namun, kalau Anda ingin mencetak hasil desain tersebut, maka pilihan yang terbaik adalah dengan menggunakan skema CMYK. 

Selanjutnya, untuk keperluan berkaitan dengan percetakan, Anda bisa memanfaatkan layanan Wellen Print sebagai solusi terbaik. Wellen Print tak cuma menyediakan solusi percetakan dengan kualitas bagus. Namun, Anda juga bisa mendapatkan kemudahan dalam proses order cetak. 

Apalagi, Wellen Print tak cuma melayani permintaan cetak secara offline. Anda bisa pula memanfaatkan layanan cetak secara online yang mereka sediakan. Dengan layanan ini, Anda bisa mencetak berbagai kebutuhan, termasuk spanduk, buku, apparel, serta berbagai kebutuhan branding lain di Wellen Print dengan praktis dan mudah.

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *