0

0

Marketing

Jenis Jenis Rak Display, Kenali Fungsinya Sebelum Menata Toko

Banyak pemilik toko mengira rak display cuma soal tempat naruh barang, padahal pemilihan jenis rak yang salah bisa bikin produk unggulan jadi kurang terlihat, alur belanja pelanggan jadi berantakan, bahkan bikin toko terasa sempit padahal ruangnya sebenarnya cukup luas. Setiap jenis rak punya karakter, kekuatan, dan kelemahan masing masing, dan gak ada satu jenis rak yang cocok untuk semua kebutuhan toko.

Artikel ini membahas tuntas jenis jenis rak display yang umum dipakai toko dan minimarket, lengkap dengan kelebihan dan kekurangan tiap tipe, supaya kamu bisa menentukan kombinasi rak yang paling sesuai dengan layout dan jenis produk yang dijual.

 

Jenis Jenis Rak Display untuk Toko dan Minimarket

 

1. Rak Gondola

Rak gondola adalah jenis rak paling populer di minimarket dan swalayan, biasanya ditempatkan di area tengah toko sehingga produk bisa diakses dari dua sisi sekaligus. Bentuknya modular dengan beberapa tingkat rak yang bisa disesuaikan tinggi rendahnya sesuai jenis produk.

  • Kelebihan Kapasitas tampungnya besar karena bisa diakses dari dua sisi, sehingga efisien untuk menampilkan banyak SKU produk kebutuhan harian seperti snack, minuman, dan sembako. Sifatnya yang modular membuat rak ini mudah dikombinasikan ulang kalau tata letak toko perlu diubah, dan tingginya bisa diatur mengikuti karakteristik produk yang dipajang.
  • Kekurangan Karena ukurannya cukup besar, rak gondola membutuhkan ruang toko yang cukup lega supaya tidak membuat lorong terasa sempit dan mengganggu alur belanja pelanggan. Selain itu, produk yang diletakkan di rak paling bawah cenderung kurang terlihat dibanding rak sejajar mata, sehingga penempatan produk di tiap tingkat perlu direncanakan dengan strategi merchandising yang tepat.
  • Paling cocok untuk toko dengan luas ruang memadai yang ingin menampilkan banyak kategori produk kebutuhan harian sekaligus.

 

2. Rak Gondola Double Face

Gondola double face pada dasarnya mirip dengan rak gondola biasa, bedanya rak ini punya dua sisi display penuh yang biasanya ditempatkan di tengah lorong toko dengan akses dari kedua arah.

  • Kelebihan Kapasitas tampungnya lebih besar dibanding rak gondola satu sisi karena memanfaatkan dua permukaan display sekaligus dalam satu unit rak. Sangat efektif untuk toko dengan area cukup luas karena membantu membentuk alur navigasi pelanggan yang lebih jelas di antara lorong lorong rak.
  • Kekurangan Karena ukurannya lebih besar dan lebih berat dibanding gondola biasa, rak ini butuh perencanaan layout yang matang sejak awal dan kurang fleksibel untuk dipindah pindah dibanding rak yang lebih kecil. Toko dengan luas terbatas biasanya kesulitan menempatkan jenis rak ini tanpa mengorbankan lebar lorong.
  • Paling cocok untuk minimarket atau supermarket berskala menengah sampai besar yang punya banyak lorong dan ingin memaksimalkan kapasitas display.

 

3. Rak Dinding atau Wall Rack

Rak dinding dipasang sepanjang sisi tembok toko untuk memaksimalkan ruang vertikal yang biasanya tidak dimanfaatkan secara optimal.

  • Kelebihan Sangat menghemat ruang lantai karena memanfaatkan sisi dinding yang biasanya kosong, sehingga cocok untuk toko dengan luas terbatas. Kapasitas tampungnya juga cukup besar berkat susunan rak bertingkat dari bawah sampai atas, dan bisa dipakai untuk hampir semua jenis produk mulai dari mie instan, susu, sampai perlengkapan mandi.
  • Kekurangan Produk di rak paling atas seringkali kurang terjangkau oleh pelanggan bertubuh pendek, sehingga butuh alat bantu seperti tongkat pengambil barang atau harus dibantu petugas toko. Rak dinding juga hanya bisa diakses dari satu sisi saja, berbeda dengan rak gondola yang dua arah, sehingga kurang efisien kalau dibandingkan per meter perseginya.
  • Paling cocok untuk toko dengan luas lantai terbatas yang ingin tetap menampilkan banyak variasi produk tanpa memakan ruang lorong.

 

4. End Display atau Rak Ujung Gondola

Rak ini ditempatkan tepat di bagian ujung baris gondola, biasanya menghadap langsung ke lorong utama toko sehingga posisinya jadi salah satu titik paling strategis untuk menarik perhatian.

  • Kelebihan Posisinya yang strategis membuat produk yang dipajang jauh lebih mudah terlihat dibanding rak reguler, sangat efektif untuk menonjolkan produk promo, diskon, atau produk musiman yang sedang jadi fokus penjualan. Karena letaknya di titik perlintasan pelanggan, tingkat impulse buying di area ini biasanya lebih tinggi dibanding rak biasa.
  • Kekurangan Karena posisinya yang premium, jumlah end display dalam satu toko biasanya terbatas mengikuti jumlah ujung gondola yang tersedia, jadi tidak semua produk bisa mendapat slot ini secara bersamaan. Kompetisi antar merek untuk mendapatkan slot end display juga sering jadi pertimbangan tersendiri di toko modern, sehingga penempatannya butuh perencanaan program promosi yang jelas.
  • Paling cocok untuk menonjolkan produk promo, diskon musiman, atau produk baru yang sedang gencar dipasarkan.

 

5. Rak Kasir atau Impulse Rack

Rak kasir diletakkan tepat di dekat meja pembayaran, dirancang khusus untuk menampilkan produk kecil yang sering dibeli secara spontan sesaat sebelum pelanggan selesai berbelanja.

  • Kelebihan Efektif meningkatkan pembelian impulsif karena pelanggan melihat produk ini persis saat menunggu antrean kasir, momen yang paling rentan memicu keputusan beli mendadak. Ukurannya yang kecil membuat rak ini gak butuh banyak ruang dan bisa diselipkan di area kasir yang sempit sekalipun.
  • Kekurangan Kapasitasnya terbatas karena memang dirancang untuk produk kecil seperti permen, cokelat, atau minuman kemasan mini, sehingga tidak bisa dipakai untuk produk berukuran besar. Efektivitasnya juga sangat bergantung pada kecepatan antrean toko, kalau antrean kasir terlalu cepat, waktu pelanggan melihat rak ini jadi lebih singkat dan peluang impulse buying ikut menurun.
  • Paling cocok untuk produk kecil dengan harga terjangkau yang punya potensi dibeli secara spontan, seperti permen dan cokelat.

 

6. Rak Wire atau Rak Kawat

Rak wire punya desain terbuka dengan bahan kawat baja yang kuat namun tetap ringan, memberikan tampilan yang lebih modern dibanding rak solid biasa.

  • Kelebihan Sirkulasi udaranya baik karena desainnya yang terbuka, sehingga cocok untuk produk yang butuh sirkulasi seperti roti dan buah segar. Tampilannya juga terlihat lebih modern dan bersih dibanding rak besi solid, serta lebih mudah dibersihkan karena debu tidak menumpuk di permukaan tertutup.
  • Kekurangan Karena desainnya terbuka, rak wire kurang cocok untuk produk kecil yang berpotensi terselip di antara celah kawat, seperti bumbu sachet atau produk berukuran mini. Kapasitas bebannya juga umumnya lebih terbatas dibanding rak besi solid untuk ukuran yang sama, sehingga kurang ideal untuk produk berat.
  • Paling cocok untuk produk yang butuh sirkulasi udara seperti roti, buah, dan snack ringan yang dikemas dalam kantong terbuka.

 

7. Floor Display atau Free Standing Display

Floor display berdiri sendiri tanpa bergantung pada rak reguler, biasanya diletakkan di titik strategis seperti area kasir atau pintu masuk toko untuk menarik perhatian pelanggan sejak awal.

  • Kelebihan Fleksibel ditempatkan di titik manapun yang dianggap strategis, cocok untuk kampanye promosi jangka pendek atau peluncuran produk baru yang butuh perhatian ekstra. Desainnya juga bisa dimodifikasi dengan elemen visual yang lebih variatif dibanding rak reguler, membuat tampilannya lebih menarik secara visual.
  • Kekurangan Membutuhkan ruang lantai tambahan yang cukup luas, dan kalau ditempatkan sembarangan justru bisa mengganggu lalu lintas konsumen di dalam toko. Produk yang diletakkan di bagian bawah displai juga rawan rusak kalau lantai sering dipel atau dibersihkan, jadi biasanya butuh alas palet tambahan supaya tetap terlindungi.
  • Paling cocok untuk kampanye promosi jangka pendek atau peluncuran produk baru yang butuh titik perhatian ekstra di dalam toko.

 

8. Desk Display

Berbeda dengan floor display yang berukuran besar, desk display berukuran lebih kecil dan diletakkan di atas meja atau permukaan datar lain, biasanya untuk produk yang sedang tinggi permintaannya.

  • Kelebihan Ukurannya yang kompak membuat desk display gak butuh banyak ruang dan mudah ditempatkan di berbagai sudut toko, termasuk di dekat meja kasir atau meja informasi. Desainnya juga fleksibel dimodifikasi sesuai musim atau tema promosi tertentu, misalnya display cokelat saat momen valentine.
  • Kekurangan Kapasitas tampungnya jauh lebih kecil dibanding floor display maupun rak gondola, jadi kurang cocok kalau tujuannya untuk menampilkan banyak variasi produk sekaligus. Karena ukurannya kecil, desk display juga lebih mudah tertutup atau terhalang pandangan kalau ditempatkan di area yang ramai lalu lalang.
  • Paling cocok untuk produk musiman atau produk yang sedang tren dan butuh titik pajang khusus dalam jumlah terbatas.

 

Elemen Pelengkap, Clip Strip dan POP Signage

Selain tujuh jenis rak fisik di atas, ada dua elemen pelengkap yang sering dipasangkan pada rak reguler untuk memaksimalkan strategi merchandising. Clip strip adalah gantungan produk kecil yang ditempel pada rak reguler, biasanya untuk produk pelengkap seperti snack yang digantung di rak minuman soft drink, memakai konsep zero floor space karena tidak butuh ruang lantai tambahan sama sekali.

Sementara POP signage atau point of purchase signage adalah media promosi visual seperti banner kecil, wobbler, atau header sign yang dipasang di rak untuk menonjolkan produk tertentu. Kekuatan POP signage ada pada desain dan kejelasan pesan visualnya, karena elemen ini yang biasanya jadi penentu apakah promosi di rak berhasil menarik perhatian pelanggan atau justru terlewat begitu saja.

 

Cara Menentukan Kombinasi Rak yang Tepat

Daripada memakai satu jenis rak untuk seluruh toko, pertimbangkan tiga hal berikut supaya kombinasinya lebih efektif.

Pertama, sesuaikan dengan luas dan layout toko. Toko dengan ruang terbatas sebaiknya memaksimalkan rak dinding dan rak wire yang hemat ruang, sementara toko dengan area luas bisa memanfaatkan gondola double face untuk kapasitas maksimal.

Kedua, sesuaikan dengan karakter produk. Produk berat dan tahan lama cocok di rak gondola atau wall rack, produk yang butuh sirkulasi udara lebih cocok di rak wire, dan produk kecil yang mudah dibeli spontan lebih pas di rak kasir.

Ketiga, pikirkan alur belanja pelanggan secara keseluruhan. Kombinasikan rak reguler dengan end display dan floor display di titik titik strategis supaya produk promosi tetap menonjol tanpa mengganggu kenyamanan pelanggan berkeliling toko.

 

Perkuat Tampilan Rak dengan POSM yang Tepat

Rak yang bagus secara struktur belum tentu efektif menjual kalau tidak didukung elemen visual yang tepat, seperti header sign, shelf talker, wobbler, atau POP display yang dicetak rapi dan mudah dibaca dari jarak pandang pelanggan. Wellen Print membantu kebutuhan cetak POSM dan POP display untuk berbagai jenis rak di atas, mulai dari desain sampai produksi, supaya rak yang sudah dipilih dengan tepat juga tampil maksimal di mata pelanggan.

Tags

Share

Related Posts

Bahan POP Display: Kenali Karakternya Sebelum Pilih yang Cocok untuk Bisnismu

25 Jul 2026

Marketing

POP display yang bagus bukan cuma soal desain yang menarik, tapi juga bahan yang dipakai di baliknya. Bahan yang salah bisa bikin display gampang penyok saat pengiriman, melengkung kena kelembapan, at

Perbedaan POP dan POSM, Biar Gak Salah Pesan Media Promosi

25 Jul 2026

Marketing

Banyak pemilik brand dan tim marketing masih menganggap POP dan POSM adalah dua hal yang benar benar terpisah, padahal keduanya justru saling berkaitan erat. Kesalahpahaman ini sering bikin brief ke v

Kenapa Paskah Identik dengan Telur? Simak Sejarah dan Maknanya!

3 Apr 2026

Marketing

Perayaan Paskah selalu dimeriahkan dengan berbagai ornamen khas, mulai dari kelinci lucu hingga cokelat yang lezat. Namun, satu benda yang tidak pernah absen adalah telur. Pernahkah Anda bertanya-tany