0

0

cara mengukur lingkar dada tanpa meteran

Apparel

6 Cara Mengukur Lingkar Dada Tanpa Meteran Secara Akurat

Tren belanja daring di Indonesia kian meningkat, bahkan mencapai angka transaksi 487 triliun rupiah sepanjang tahun 2024 kemarin. Hampir semua barang bisa dibeli secara online, termasuk pakaian. Namun, supaya ukuran yang dibeli pas untuk tubuh, penting untuk konsumen mengetahui cara mengukur lingkar dada tanpa meteran yang mudah dan cukup akurat.

Apa Itu Lingkar Dada?

Sebelum membahas tentang cara ukur lingkar dada tanpa meteran, pahami dulu apa itu lingkar dada dan mengapa jadi pertimbangan penting dalam membeli pakaian. Secara sederhana, lingkar dada merupakan hasil pengukuran keliling dari area dada seseorang, mulai bawah ketiak hingga melewati area punggung di tulang belikat hingga terakhir di permukaan dada.

Ukuran lingkar dada krusial karena menjadi penentu longgar atau ketatnya sebuah pakaian di area torso. Jika ukurannya terlalu kecil, pakaian akan terasa sesak, sulit untuk bergerak, dan kancing bisa tertarik. Sebaliknya, jika terlalu besar, pakaian akan terlihat kedodoran dan tidak rapi. Jadi, lingkar dada berfungsi untuk memilih pakaian yang pas.

Metode terbaik mengukur lingkar dada sejatinya memang menggunakan meteran karena tingkat akurasinya mencapai 98%. Supaya hasilnya tepat, pengukuran harus dilakukan dalam posisi berdiri tegak dengan tarikan napas normal, tidak menahan napas maupun membusungkan dada. Namun, ada beberapa cara mengetahui lingkar dada tanpa meteran bila Anda tidak memiliki alat ukur tersebut.

Apa Saja Alat yang Bisa Digunakan untuk Mengukur Lingkar Dada Selain Meteran?

Sama seperti cara menghilangkan sablon di baju yang sangat banyak, begitu pula dengan mengukur lingkar dada tanpa bantuan meteran. Ada banyak alat pengganti yang bisa Anda pilih sebagai alternatif pengukur, dengan hasil yang cukup akurat, seperti: 

  • Jengkal tangan.
  • Penggaris dan pakaian lama.
  • Kertas.
  • Tali rafia.
  • Benang jahit.
  • Pita.

Daftar di atas merupakan alat-alat yang lebih umum ditemui sehari-hari dibandingkan dengan meteran, bukan?

Bagaimana Cara Mengukur Lingkar Dada Tanpa Meteran?

Setelah mengetahui rangkaian alat alternatif di atas, maka langkah berikutnya adalah mengetahui cara mengukur lingkar dada wanita tanpa meteran, yang sejatinya berlaku juga untuk pengukuran pada laki-laki berikut ini.

1. Menggunakan Penggaris dan Pakaian Lama

Pertama, Anda bisa menggunakan penggaris dengan panjang minimal 30 cm dan pakaian lama. Dalam hal ini, bukan pakaian yang sudah usang, tapi yang sudah cukup lama Anda miliki dan masih digunakan hingga saat ini, sehingga ukuran tubuhnya masih relevan.

Langkah Pengukuran:

  • Pilih pakaian lama yang masih digunakan, jika perlu baju favorit sehingga frekuensi pemakaiannya lebih sering dibandingkan yang lainnya. Hindari memilih pakaian berbahan melar seperti spandeks karena peluang kesalahan pengukurannya tinggi. Kemeja katun lebih direkomendasikan untuk mengukur lingkar dada.
  • Bentangkan pakaian tersebut di permukaan yang datar seperti lantai atau meja. Pastikan tidak ada kerutan dan posisinya benar-benar rata.
  • Gunakan penggaris untuk mengukur lebar dada pakaian. Letakkan titik nol penggaris di salah satu tepi jahitan bawah ketiak, lalu ukur lurus hingga ke tepi jahitan bawah ketiak di sisi lainnya.
  • Angka tersebut merupakan ukuran lebar dada. Sementara untuk lingkar dada, tinggal kalikan dua. Jadi misalkan lebar dada 52 cm, maka estimasi lingkar dadanya adalah 104 cm. 

2. Coba Menggunakan Kertas

Selain bisa digunakan untuk menuangkan ide desain dan jenis bordir, kertas juga bisa digunakan untuk mengukur lingkar dada. Cukup siapkan beberapa lembar kertas ukuran A4, pena, selotip atau lem, dan penggaris.

Langkah Pengukuran: 

  • Siapkan 3-4 lembar kertas A4, kemudian sambungkan ujung-ujungnya menggunakan selotip atau lem hingga membentuk satu strip kertas yang panjang.
  • Orang yang hendak diukur perlu berdiri tegak. Selanjutnya, lingkarkan strip kertas tersebut pada tubuh bagian atas, baik permukaan dada maupun punggung.
  • Tandai titik-titik pertemuan ujung keras memakai pena.
  • Lepaskan strip kertas dari tubuh dan letakkan di permukaan datar, lalu ukur panjang ujung awal hingga akhir, maka itulah estimasi lingkar dadanya.

3. Tali Rafia

Cara mengukur lingkar dada tanpa meteran berikutnya dengan memanfaatkan tali rafia. Material ini memiliki karakteristik kuat dan tidak melar, sehingga ideal untuk menjadi alat ukur lingkar dada dengan peluang kesalahan estimasi rendah. Selain rafia, Anda hanya memerlukan spidol dan penggaris sebagai alat pendukung.

Langkah Pengukuran:

  • Potong tali rafia secukupnya, pastikan lebih panjang dari lingkar dada Anda.
  • Lilitkan tali mengelilingi badan atas, pastikan tegak lurus dan tidak terlipat.
  • Pegang kencang, kemudian tandai titik pertemuan antara ujung awal tali dan ujung bagian yang melingkari badan.
  • Lepaskan tali, lalu bentangkan lurus di permukaan datar, bisa meja atau lantai. Kemudian, ukur panjang tali dari ujung hingga tanda spidol, memakai penggaris. Estimasi lingkar dada berhasil diperoleh.

4. Simple Aja Pake Jengkal Tangan

Cara mengukur lingkar dada dengan tangan, tepatnya jengkal tangan, ini merupakan metode tradisional dan paling darurat, cocok untuk perkiraan cepat. Selain tangan Anda, persiapkan juga tali atau benang dan penggaris.

Langkah Pengukuran:

  • Pertama, ukur panjang jengkal tangan Anda sendiri. Rentangkan telapak tangan, lalu ukur jarak dari ujung ibu jari hingga kelingking, memakai penggaris.
  • Berikutnya, ambil seutas tali dan lingkarkan pada dada orang yang hendak diukur, lalu tandai titik pertemuannya.
  • Bentangkan tali, lalu ukur panjang titik pertemuan tersebut dengan jengkal tangan. Hitung berapa jengkal yang dibutuhkan. Contoh: Jika panjang tali adalah 5 jengkal, dan satu jengkal Anda adalah 20 cm, maka lingkar dada Anda adalah 5 x 20 cm = 100 cm.

5. Benang Jahit

Selain cara mengukur lingkar dada menggunakan tangan di atas, Anda juga bisa mencoba melakukannya dengan benang jahit. Kurang lebih mirip dengan metode pengukuran dengan tali rafia, hanya saja benang jahit lebih tipis dan licin sehingga membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra.

Langkah Pengukuran:

  • Siapkan benang dengan warna yang kontras dengan pakaian yang digunakan.
  • Lilitkan benang pada bagian atas tubuh dan jangan menarik terlalu kencang.
  • Jepit dengan jari atau tandai titik pertemuan benang memakai spidol.
  • Bentangkan benang dan ukur panjangnya dengan penggaris, maka lingkar dada Anda tercatat sudah diketahui.

6. Menggunakan Pita

Terakhir, Anda bisa juga menggunakan pita untuk mengukur lingkar dada. Efektif untuk beragam jenis pakaian, termasuk untuk kebutuhan cetak kaos, karena pita mudah dipegang sehingga tidak menyulitkan untuk mengukur. Siapkan juga penggaris dan spidol, karena secara teknis metode pengukurannya mirip dengan memakai tali rafia dan benang.

Langkah Pengukuran:

  • Persiapkan pita yang tidak elastis dan tidak gampang bersabut akibat tekanan.
  • Lilitkan di sekeliling dada, kemudian tandai titik pertemuan, lalu bentangkan pita di meja dan ukur panjangnya memakai penggaris.

Tidak memiliki meteran jahit di rumah bukan masalah besar. Anda bisa memanfaatkan berbagai barang sehari-hari untuk mempraktikkan cara mengukur lingkar dada tanpa meteran sesuai penjabaran di atas. Langkah ini penting dilakukan saat hendak membeli pakaian secara daring, terutama untuk baju custom agar tampak ideal dan sesuai harapan ketika Anda kenakan.

Related Posts

6 Ukuran Label Baju dan Panduan Cara Pemasangannya

8 Dec 2025

Apparel

Label baju adalah potongan material tertentu yang ditempelkan pada pakaian untuk memberikan informasi detail mengenai produk, seperti merek, jenis kain, dan instruksi perawatan. Selain menjadi sumber

5 Bahan Baju Futsal Awet Banget dan Karakteristiknya

2 Dec 2025

Apparel

Memilih seragam olahraga (jersey) futsal memerlukan pertimbangan aspek teknis krusial seperti material pembuatannya. Mempertimbangkan futsal merupakan olahraga dengan intensitas fisik tinggi sehingga

Kaos Badminton Printing: Jenis Bahan dan Ide Desain

7 Nov 2025

Apparel

Dalam dunia olahraga badminton (bulu tangkis), performa pemain tidak hanya ditentukan oleh skill dan raket yang digunakan, tetapi juga oleh pakaian yang dikenakan. Seiring perkembangan industri mode,