0

Apparel
6 Ukuran Label Baju dan Panduan Cara Pemasangannya
Label baju adalah potongan material tertentu yang ditempelkan pada pakaian untuk memberikan informasi detail mengenai produk, seperti merek, jenis kain, dan instruksi perawatan. Selain menjadi sumber informasi, label pakaian juga berfungsi sebagai identitas produk yang berperan krusial terhadap persepsi konsumen. Saat ini, ada 6 ukuran label baju yang umum digunakan.
Klasifikasi ukuran tersebut didasarkan pada posisi penempatannya pada item busana terkait, karena memang label harus memiliki proporsi yang pas dengan letak dan jenis pakaiannya. Contohnya, ketika label terlalu besar pada model pakaian tipis, dapat mengganggu estetika dan kenyamanan pemakaian. Sebaliknya, bila labelnya terlalu kecil, informasi jadi sulit terbaca.
Berikut adalah pembagian ukuran label berdasarkan posisi penempatan pada setiap jenis bahan kaos maupun material busana lainnya:
Jika jenis pakaiannya baju berkerah (collared shirt), produsen biasanya memilih untuk memasang label baju pada bagian dalam atau luar kerahnya. Model labelnya kebanyakan berbentuk end fold (lipat kanan-kiri di ujung) atau centerfold (lipat tengah). Sementara untuk ukurannya, label di luar kerah lebih kecil dari bagian dalam supaya lebih elegan.
Biasanya pada label dengan beragam pilihan warna kaos yang bagus tersebut akan dicantumkan logo merek dan ukuran pakaian (S, M, L, X, XL dan lainnya) saja. Sementara untuk ukurannya sendiri menggunakan standar 1.5 x 5 cm atau 2 x 6 cm. Hampir semua pakaian berkerah pasti .
Penempatan label di bagian lengan baju bertujuan untuk menonjolkan estetika dan kesadaran merek (brand awareness) secara instan. Label biasanya dipasang dengan jenis bordir loop fold alias lipatan keliling pada keseluruhan ujung lengan. Paling direkomendasikan untuk label woven damask dengan ukuran standar 1.5 x 3 cm atau 2 x 4 cm.
Posisi label selanjutnya adalah sisi depan, biasa di bagian dada atas atau ujung bawah. Fungsinya sama, yaitu menonjolkan identitas merek. Sebab itu, umumnya menggunakan material rajutan halus atau warna kontras dengan kain utama supaya lebih mencolok. Ukuran label baju depan antara 2.5 x 5 cm dan 3 x 6 cm.
Label samping atau istilah kerennya side label, sangat mudah ditemukan di kaos badminton printing dan olahraga lainnya. Penempatan samping dipilih agar tidak mengganggu area leher, terutama bagi kelompok pengguna dengan tingkat sensitivitas tinggi. Biasanya label samping memiliki fungsi ganda sebagai label merek dan label instruksi perawatan (care label) secara bersamaan.
Peranan ganda tersebut membuat side label jadi membutuhkan ruang lebih luas, sehingga dimensinya juga lebih lebar dari jenis label lainnya, yaitu 2.5 x 7 cm atau 3 x 8 cm. Material satin sering dipilih karena teksturnya yang lembut dan tidak membuat kulit iritasi saat bergesekan, terutama untuk pemasangan di pinggang.
Overdeck adalah jahitan di bagian paling bawah kaos atau kemeja, biasanya lebih populer dengan istilah hem tag. Penempatan ini memberikan kesan modern minimalis yang digandrungi kalangan muda, karena tidak terlalu mencolok tapi memancarkan aura profesionalitas yang tinggi. Sebab itu, clothing line dengan sasaran generasi muda banyak yang memilih label overdeck.
Ukuran standar dari hem tag adalah 1.5 x 3 cm dan 2 x 2.5 cm. Rata-rata produk pakaian distro memilih menggunakan label baju yang satu ini. Informasi yang tertera biasanya hanya logo merek pakaian tersebut. Hampir mirip label baju di bagian depan, tapi dalam versi lebih sederhana meskipun tetap menarik.
Terakhir, di punggung bagian dalam yang banyak dipilih oleh merek ternama. Isa untuk cetak kaos biasa, jaket denim, dan kemeja flanel bermerek (branded). Material yang cocok adalah katun dengan ukuran cukup besar dan diletakkan tepat di bawah garis kerah pakaian, yaitu 4 x 6 cm dan 5 x 7 cm.
Setelah memahami dan menentukan ukuran yang sesuai dari klasifikasi di atas, langkah penting selanjutnya adalah proses pemasangan label tersebut. Pada industri pakaian skala besar, label dipasang menggunakan mesin otomatis yang canggih. Padahal, teknik pemasangan secara manual juga cukup mudah, sesederhana cara menghilangkan sablon di baju, melalui langkah-langkah berikut:
Ukuran label baju yang acap dianggap sepele, faktanya merupakan elemen strategis untuk membangun kesadaran merek (brand awareness) dan sumber informasi bagi konsumen. Dimensinya perlu disesuaikan dengan posisi peletakan, yaitu di kerah, lengan, overdeck, hingga punggung dalam untuk menjaga proporsi dan estetikanya secara bersamaan. Selain itu, menjahitnya juga tidak boleh sembarangan.
Label baju yang dijahit asal-asalan akan mengurangi estetika dan mudah copot. Kesalahan ini dapat berdampak negatif terhadap persepsi konsumen atas kualitas dan profesionalisme merek pakaian Anda. Setelah mengulik tentang label baju, terutama ukuran dan teknik pemasangannya, apakah Anda merasa telah memberikan kenyamanan tersebut pada konsumen atau bahkan merasakan langsung manfaatnya?
Category
Related Posts

5 Bahan Baju Futsal Awet Banget dan Karakteristiknya
2 Dec 2025
Apparel
Memilih seragam olahraga (jersey) futsal memerlukan pertimbangan aspek teknis krusial seperti material pembuatannya. Mempertimbangkan futsal merupakan olahraga dengan intensitas fisik tinggi sehingga

Kaos Badminton Printing: Jenis Bahan dan Ide Desain
7 Nov 2025
Apparel
Dalam dunia olahraga badminton (bulu tangkis), performa pemain tidak hanya ditentukan oleh skill dan raket yang digunakan, tetapi juga oleh pakaian yang dikenakan. Seiring perkembangan industri mode,

6 Alat Percetakan Krusial, Investasi Nyata untuk Bisnis
4 Nov 2025
Apparel
Bisnis percetakan tidak akan pernah mati. Salah satu alasan utamanya adalah hampir semua sektor strategis membutuhkan jasa percetakan. Mulai dari mencetak buku pendidikan dan komersial, media branding